"Keistimewaan
Al-Qur’an"
Ayat Gharibah
Al-Qur’an
merupakan kitab penyempurna dari kitab-kitab terdahulu seperti taurat, zabur,
dan injil. Al-Qur’an memiliki beberapa keistimewaan yang mungkin belum banyak
diketahui oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Salah satu
keistimewaan Al-Qur’an terletak pada ayatnya, salah satunya adalah ayat
gharibah. Apa itu ayat Gharibah ? mungkin sedikit terdengar asing di telinga
kita. Ayat gharibah adalah ayat yang jarang kita temui di dalam Al-Qur’an
dimana ada sebab-sebab tertentu yang menjadikan ayat tersebut mengalami
perubahan, penjedaan atau perbedaan dalam teks dan cara membacanya. Di dalam
Al-Qur’an hanya ada beberapa ayat gharibah. Ayat gharibah diklasifikasikan
menjadi 4, yaitu :
Sujud Tilawah
Berbicara
tentang sujud tilawah tentu tidak asing lagi di telinga kita. Sebagai seorang
muslim tentunya kita tahu apa itu sujud tilawah. Sujud tilawah didefinisikan
sebagai sujud untuk penghormatan ayat-ayat sajadah. Dimana ayat sajadah sendiri
mengandung makna ayat yang didalamnya terdapat perintah untuk melaksanakan
sujud. Sebagaimana kita ketahui ketika kita membaca salah satu ayat sajadah
dalam Al-Qur’an kita disunahkan untuk melakukan sujud tilawah Namun ada
beberapa perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai hukum melakukan sujud
tilawah. Dimulai dari Ulama Syafi’i menurut beliau hukum melakukan sujud
tilawah saat membaca ayat sajadah adalah sunah muakad. Lain halnya dengan Ulama
Hanafi menurut beliau hukum melakukan sujud tilawah adalah wajib bagi orang
yang membaca dan orang yang mendengar. Tetapi ulama fiqih sepakat bahwa hukum
melakukan sujud tilawah mashruyah yaitu berdasarkan syariah sesuai dengan dalil
naqli dan aqli (Al-Qur’an dan Hadis).
Sujud
tilawah memiliki beberapa keutamaan, yang pertama adalah setan akan menjauhi
kita sambil menangis, sebagaimana sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh
Muslim yang artinya “Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalau dia sujud maka
setan akan enjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata Celakalah
aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan
aku sendiri diperintakan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas
mendapatkan neraka”. Yang kedua kita akan dekat dengan rahmat Allah, yang
ketiga yaitu memudahkan kita untuk masuk surga karena amalan dari sujud ita
tersebut.
Kebanyakan
umat muslim di Indonesia belum faham mengenai tata cara melakukan sujud
tilawah. Baik disini saya akan sedikit mejelaskan tata cara sujud tilawah
pertama membaca takbir kemudian bersujud dengan menghadap kiblat lalu takbir
kembali untuk bangun dari sujud. Yang perlu diingat dalam sujud tilawah adalah
tidak ada salam dalam melaksanakannya.
Adapun
letak ayat sajadah di dalam Al-Qur’an, pertma terdapat dalam surat al-A’raf
ayat 206, surat ar-Rad ayat 15, surat an-Nahl ayat 49, surat al-Isra’ ayat 107.
Surat Maryam ayat 58, surat al-Haj ayat 18 dan 77, surat an-Naml ayat 25, surat
as-Sajadah ayat 15, surat al-Furqan ayat 60, surat Fusshilat ayat 38, surat
an-Najm ayat 62, surat Insyiqoq ayat 21, surat al-Alaq ayat 19 dan ang terakhir
pada surat Shod ayat 28.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar